FORUM TERATAI
"Selamat Datang"
FORUM KSI SEKARANG BERUBAH NAMA MENJADI FORUM TERATAI

Forum akan ditutup sesuai usulan dari berbagai member, kami tunggu pendapat anda di email: ysbl2010@yahoo.com. anda dapat mengikuti perkembangan berita kami di website ysbl: http://ysbl.webs.com atau di facebook kami
silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan/posting komentar di forum ini, jika anda belum terdaftar silahkan klik kolom pendaftaran. NOTE:buat yang kesulitan login silahkan tanda '' login otomatis' nya di pilih(jangan lupa pilih kolom login otomatis)
PENYEDIA LAYANAN ANDA HARUS MEMPUNYAI IP STATIS


FORUM TERATAI

FORUM TERATAI - YAYASAN SETIA BHAKTI LESTARI
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
Anda harus mempunyai Account Email jika ingin mendaftar menjadi member kami, yang dapat menjawab topik dan mengirimkan topik baru hanya Member Teratai
"Yayasan tidak mengedarkan proposal bantuan dana, website organisasi yang dibina YSBL murni membantu tanpa imbalan, jika anda tidak setuju dengan apa yang kami tawarkan silahkan menghubungi kami"
Sekarang Kami Bernama "FORUM TERATAI"
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» [info] Jadwal Baksos 2015
Mon May 18, 2015 12:07 pm by Admin

» [info]Jadwal baksos Bulan Mei
Fri May 02, 2014 1:47 pm by Admin

» [info] jadwal baksos 2014
Wed Feb 19, 2014 2:10 am by rina

» WC di bawah Tangga
Tue Feb 18, 2014 2:27 am by sutradharma

» gathering...gathering
Tue Feb 19, 2013 12:14 am by sutradharma

» pengumuman dari yayasan
Tue Feb 05, 2013 12:30 am by Admin

» hasil baksos tgl 16 desember 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 pm by rina

» hasil baksos tgl 25 november 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 am by Admin

» hasil baksos vihara dharmasakti bekasi
Sat Nov 24, 2012 12:24 am by sutradharma

Affiliates/Partner Site
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Statistics
Total 83 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dagwal

Total 638 kiriman artikel dari user in 178 subjects
Window Live Media (jika moderator online Logo berwarna hijau)
YM Moderator(Pastikan Browser anda mendukung Flash)
SUTRADHARMA:
 

AYONG:

KENNY:

SUHARDI:

 

YAYASAN:

 


Share | 
 

 Nasehat untuk para aktivis

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
sutradharma
[YSBL]VerySuperMod
[YSBL]VerySuperMod


Male
Jumlah posting : 143
Age : 38
Lokasi : Tangerang
Registration date : 03.02.09

PostSubyek: Nasehat untuk para aktivis   Fri Mar 13, 2009 11:56 am

Dr.Najih Ibrahim

Belum lama ini, tidak sedikit bermunculan aktivis dan ulama yang mulai
tenar. Sebutlah seperti Syaikh Muhammad Hassan, Dr. ‘Aid Al-Qarni,
Khalid Al-Jundi, ‘Amru ‘Abdul Kafi, Mahmud Al-Mishri, Thariq Sudani,
‘Amru Khalid, Khalid ‘Abdullah, Muhammad Hidayah, dan selain mereka
yang telah sangat berjasa kepada Islam dalam berdakwah mengingatkan
manusia terhadap Sang Pencipta, mendekatkan manusia kepada kebenaran,
mendorong mereka untuk masuk Islam, dan selalu menasihatkan untuk
berbuat kebaikan.



Saya sebenarnya tidak suka menggunakan istilah “aktivis baru”,
karena itu akan mengurangi tingkat kredibilitas mereka. Tapi, karena
mereka sudah dikenal dengan istilah tersebut dan sudah menjadi ciri
bagi mereka, maka saya menggunakan istilah tersebut sekadar untuk
memperjelas saja. Setiap aktivis tersebut mempunyai kelebihan yang
membedakan antara satu dengan lainnya. Mereka mempunyai metode
berdakwah sendiri-sendiri. Dan, metode berdakwah mereka pun diikuti
oleh murid-muridnya atau para pengikutnya.
Yang membedakan para aktivis yang sekarang lagi naik daun itu dengan
aktivis lainnya adalah mereka mampu mengembangkan metode dakwahnya, dan
selalu memperbaruinya. Mereka mempunyai metode yang sangat bagus dan
baru.

Mereka menyampaikan materi dakwah dengan cara ilmiah dan berbobot.
Ini merupakan cara yang tepat, menghubungkan materi dakwah dengan
kehidupan manusia, dan perhatian terhadap permasalahan yang sedang
dihadapi oleh umat. Semua itu menjadikan dakwah mereka mempunyai
pengaruh yang sangat kuat dalam jiwa manusia.
Kalaulah bukan karena munculnya para aktivis tersebut pada beberapa
tahun terakhir, sungguh dakwah Islam akan beku, ketinggalan zaman,
sedikit pengaruhnya, dan kurang mendapat sambutan. Kalaulah bukan
karena jasa mereka, sungguh dakwah ini belum akan sampai ke berbagai
belahan masyarakat yang sebelumnya tak terjangkau oleh gerakan Islam
lainnya.

Meskipun saya belum pernah berjumpa dengan salah seorang ulama yang
sedang naik daun tersebut, tapi saya akan mengikuti semangat mereka
bila hal itu memungkinkan bagiku. Tapi, yang memprihatinkan justru
serangan terus-menerus ditujukan kepada mereka, baik dari sebagian kaum
muslimin, orang-orang sekuler, ataupun dari orang-orang yang beraliran
kiri pada waktu yang bersamaan. Dalam menghadapi serangan dari
orang-orang sekuler pada hari ini, orang-orang ateis, ataupun
orang-orang yang beraliran kiri zaman dahulu, mungkin kita sudah paham.
Yang paling menyakitkan adalah serangan itu berasal dari pihak kaum
muslimin secara khusus ataupun dari sebagian mereka secara umum.
Ada beberapa buku yang isinya jelas-jelas mencela Syaikh ‘Amru Khalid.
Ada pula beberapa kaset yang menyerang mereka tanpa memperhatikan lagi
etika dalam perselisihan. Bahkan, saya pernah membaca catatan seorang
lelaki dalam makalah terakhirnya yang berupaya memerangi mereka secara
anarkis dalam salah satu situs internet.

Dalam masalah ini, yang ingin saya katakan kepada para aktivis
muslim umumnya dan terkhusus kepada orang-orang yang suka mencela,
bahwa tidak ada seorang aktivis, berilmu, murabby, orang bijak, ataupun
lainnya yang terlepas dari cacat ataupun aib. Hendaknya para aktivis
berumalah dengan menggunakan kaedah, “Bila airnya sudah mencapai dua
qullah, maka tidak najis.”

Mereka ibarat sungai mengalir dari sumber kebaikan dan keberkahan.
Bila dakwah mereka sedikit ada cacatnya dan salahnya atau tergelincir,
maka tidak akan membahayakan. Dengan izin Allah, sungai kebaikan mereka
tidak akan kotor karena kesalahannya, dan aliran dakwah mereka tidak
akan membahayakan, insya Allah. Tapi, dakwah mereka justru akan
dinaungi kebaikan dan keberkahan selama mereka ikhlas karena Allah.
Cahaya kerasulan dan kenabian akan menjadi petunjuk di bumi. Saya
sendiri telah menulis buku secara terperinci dengan judul Apabila
Airnya Mencapai Dua Qullah, maka Tidak Najis.

Saya berharap kepada kaum muslimin untuk membaca bab ini secara
khusus dan keseluruhan buku ini secara umum. Karena, membaca dan
mengaplikasikannya akan menghindarkan harakah Islamiah dan kaum
muslimin secara umum dari menyebut-nyebut kekurangan mereka, menyakiti
mereka, dan mencela mereka terus-menerus. Di samping itu, juga
menghindari membahas kesalahan-kesalahan mereka dari mengabaikan
kebaikan dan keutamaan mereka, dan tidak menghormati dan menghargai
keutamaan mereka.
Hadits yang berbunyi: “Apabila airnya telah mencampai dua qullah, maka
tidak najis” (HR Bukhari no. 3598) pada dasarnya digunakan dalam
masalah fikih, pada bab thaharah (bersuci). Walaupun demikian, kaedah
tersebut merupakan kaedah paling penting bagi para da’i dan murabby
(pendidik) untuk bermuamalah dengan makhluk. Artinya, bila manusia
mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, maka kesalahan dan cacat yang
kecil tidak menghapus kebaikannya. Barang siapa kebaikannya melebihi
kejelekannya, keutamaannya lebih banyak daripada kekurangannya, maka
kekurangannya dimaafkan, karena ia mempunyai berbagai keutamaan, dan
keburukannya akan terkubur oleh lautan kebaikannya.

Pada bab ini terdapat kisah seorang sahabat, Hatib bin Abi Balta’ah,
yang sangat menarik. Ketika amalan kebaikan hijrahnya dan
keikutsertaannya dalam Perang Badar bersama Rasulullah saw. lebih
berarti daripada kesalahannya ketika membocorkan rencana Rasulullah dan
para pasukannya untuk menaklukkan kota Mekah. Apa yang dikatakan
Rasulullah kepada Umar ketika ia berkeinginan membunuh sahabat Hatib
bin Balta’ah karena telah membocorkan rencana tersebut? “Wahai Umar,
tahukah kamu mengenai pahala orang yang mengikuti Perang Badar? Sungguh
Allah telah berfirman kepada orang-orang yang ikut Perang Badar,
‘Berbuatlah sesuka kalian, sungguh Aku telah mengampuni kalian’.” (HR
Bukhari no. 4066).

Sahabat Utsman bin Affan pernah tidak ikut dalam Perang Uhud.
Perbuatan itu sebenarnya tercela. Tapi, apa pengaruh perbuatan itu
terhadap kebaikannya yang begitu besar? Beliau adalah seorang yang
diridhai oleh Allah dan termasuk orang yang pertama kali masuk Islam,
suaminya kedua anak Rasulullah saw., Ruqayah dan Ummu Kultsum, dan
seorang yang malaikat malu dengannya. Beliau juga yang meluaskan masjid
Nabawi dengan hartanya sendiri, membeli sumur dan diberikan kepada kaum
muslimin, dan beliau juga termasuk yang sangat besar andilnya dalam
mempersiapkan tentara ‘Usrah. Sehingga, pada hari itu Rasulullah saw.
bersabda, “Apa yang dilakukan Utsman sesudah hari ini tidak akan
mencelakainya.” (HR Tirmidzi no. 3634). Maknanya, kebaikannya yang
begitu besar tidak akan ternodai oleh kesalahannya yang sedikit setelah
hari itu. Kalaulah sekelompok orang dari Mesir dan Irak yang
memberontak kepada Utsman mengetahui makna yang agung ini, sungguh
mereka tidak akan melakukannya. Bagaimana mereka akan membunuhnya,
sedang beliau adalah seorang yang memberi air minum kepada ribuan para
sahabat dari sumur miliknya. Sungguh mereka adalah orang-orang yang
bodoh lagi penghianat. Innalillahi wa innalillahi raji’un.

Perhatikan pula kisah Khalid bin Walid. Beliau telah salah membunuh
Bani Jadzimah, sedang mereka adalah kaum muslimin. Bahkan, ketika itu
Rasulullah saw. pun sampai berlepas diri dari perbuatannya tersebut.
Tapi, kebaikannya pun menghapuskan kesalahannya. Beliau telah
menghancurkan kelompok Musailamah Al-Kadzab dan orang-orang yang
murtad. Kalaulah beliau tidak memiliki selain kebaikan ini, maka itu
sudah cukup baginya. Karena jasanyalah, sebagian besar wilayah Arab
dapat direbut kembali. Beliaulah yang telah menaklukan sebagian besar
wilayah Syam dan Persia. Dan, berapa banyak bendera tauhid yang telah
menyertai jihadnya?

Pengiyasan yang sama disebutkan oleh Saifuddin Qathaz dan Dzahir
Bibarsi, kiyasan yang terangkum dalam untaian kata yang sangat indah:
“Bila orang yang kita cintai berbuat satu kesalahan, maka datang seribu
kebaikannya sebagai syafa’at.”

Dalam menghukumi manusia, terkhusus para ulama, maka yang paling
adil adalah orang yang mengaplikasikan kaidah Imam Ibnu Rajab
Al-Hambali, “Orang yang munshif (adil) adalah orang yang memaafkan
kesalahan kecil seseorang karena ia mempunyai banyak kebaikan.” Atau,
bisa juga kita menggunakan kaidah syar’i dalam masalah fikih bahwa
dalam menetapkan hukum adalah berdasarkan kebanyakan, tidak yang
sedikit.

Oleh karena itu, bagi para aktivis yang sering mencela dan
menyalahkan para ulama yang sedang naik daun tersebut ataupun ulama
lainnya, hendaknya mereka mengingat perkataan sayyid (tuannya) para
tabi’in, Sa’id bin Musayyib, “Tidaklah ada orang yang memiliki jabatan,
kemuliaan, dan berilmu, kecuali pasti punya aib. Tapi, bila kebaikan
dan keutamaannya lebih banyak daripada kekurangannya, maka
kekurangannya dimaafkan karena keutamaannya.”
Adapun sekarang ini banyak aktivis yang mencela Syaikh Qardhawi dan
Asy-Sya’rawi. Bahkan, mereka menulis berbagai buku yang isinya mencela
para ulama. Sementara, kelompok lain ada yang mencela Syaikh Ibnu Baz
rhm. dan Ibnu Utsaimin rhm. Padahal, mereka semua adalah para ulama,
yang mengkhidmatkan hidupnya untuk Islam sejak tumbuhnya kuku-kuku
mereka sampai akhir hayatnya.
Wahai pengikut sunnah, tidakkah kamu melihat orang Syi’ah, bagaimana
mereka menghormati ulama mereka? Yang kita inginkan sebagai pengikut
sunnah bukan untuk mengkultuskan mereka atau meyakini kemaksuman mereka
seperti keyakinan Syi’ah. Tapi, yang kita inginkan hanyalah bagaimana
etika kita terhadap para ulama yang hanya memiliki sedikit kesalahan.

Demi Allah, Qardhawi, Sya’rawi, ‘Abdul Halim Mahmud, Abu Zahrah,
Al-Buthy, Dr. Salim Al-‘Awwa, Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, dan Abdullah bin
bayyah, sungguh mereka mempunyai kredibilitas dan kelebihan
masing-masing. Lalu, apakah mereka yang suka mencela tidak malu dengan
hal ini?

Saya tidak mengesampingkan akan adanya berbagai surat kabar,
majalah, dan orang-orang sekuler yang selalu menyerang mereka siang dan
malam. Tapi, mereka tidak pernah berhenti dalam berdakwah. Hal itu,
karena mereka menginginkan supaya dakwah Islam ini maju dan berkembang.
Setiap ulama atau aktivis pasti ada yang sukses dan ada pula yang
gagal.
Ada pula ulama yang sudah banyak melakukan kebaikan, tapi tetap saja
manusia di sekelilingnya memusuhinya. Hal ini terjadi pada masa Syaikh
Asy-Sya’rawi. Beliau telah banyak berbuat baik dan telah membantu
mengentaskan berbagai kemiskinan. Tapi, apa yang diperbuat oleh mereka?
Sesudah itu, mereka kembali memusuhinya. Makalah ini tidak aku
maksudkan untuk mereka, tapi aku maksudkan untuk para genarasi muda
muslim, para aktivis yang aktif di berbagai gerakan Islam dan umumnya
untuk kaum muslimin yang mengikuti sunnah. Saya berharap kepada mereka
untuk selalu menyemangati dan membantu para ulama tersebut.

Sesungguhnya sudah menjadi hal yang wajar bila kita menyelisihi
pendapat mereka pada beberapa hal tertentu. Contohnya antara Syaikh
Qardhawi dengan Syaikh ‘Amru Khalid. Keduanya berbeda pendapat dalam
masalah akan wajibnya pergi ke Denmark untuk memprotes pemuatan
karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw. Dan, menjadi kewajiban kita
juga untuk mendiskusikan pendapat mereka dengan etika yang benar dan
tetap menghormati mereka. Tapi, perlu kita ketahui bahwa bukan menjadi
kewajiban kita untuk mencela pribadi mereka atau ragu terhadap niatan
mereka, atau bahkan berburuk sangka kepada mereka. Karena, hal itu bagi
orang awam bukanlah bagian dari akhlak islami, terlebih bagi para
aktivis dan ulama.
Mulai hari ini, saya mengajak para aktivis secara khusus, dan para
pengikut sunnah secara umum, untuk memulai dengan lembaran baru.
Menjaga lisan kita dari mencela orang-orang yang berbuat kebaikan dan
banyak memiliki keutamaan, sekalipun telah tampak jelas kesalahan
mereka. Tapi, kebanyakan mereka berbuat salah karena setelah
berijtihad, bukan karena hawa nafsu ataupun karena pembangkangan.
Kalaulah kita menasihati mereka dengan sembunyi-sembunyi, dengan surat,
atau dengan email khusus, maka sungguh itu lebih baik bagi kita dan
mereka.

Kalaulah kita mendo’akan mereka dengan kebaikan, petunjuk, dan
kebenaran, seperti halnya mereka telah mendo’akan kita, tentulah itu
lebih baik bagi kita dan mereka. Tapi, kenapa kita tidak mencintai
mereka sebagaimana mereka mencintai kita? Kenapa kita justru berusaha
menjatuhkan martabat mereka? Padahal, kita itu orang yang sedikit
kebaikannya. Adapun mereka begitu besar kebaikannya dalam berdakwah
kepada Allah.

Adapun terhadap musuh-musuh Islam, seperti orang-orang sekuler,
orang-orang kapitalis, atau lainnya, itu pembahasan lain. Di sini saya
tidak membahas mereka. Tapi, yang paling utama saya perhatikan adalah
mereka yang kita harapkan dapat berbuat baik untuk agama ini. Semoga
Allah memberi taufik bagi seluruh aktivis dan ulama yang menyerukan
kepada hidayah Allah dan kebenaran.


Sumber: Diadaptasi dari “Al-Harakah Al-Islamiyah wad Du’at Al-Judud”, Dr. Najih Ibrahim (Situs Almokhtsar, 10 Maret 2008)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
[YSBL]Admin & Master
[YSBL]Admin & Master


Male
Jumlah posting : 120
Age : 49
Lokasi : Indonesia
Registration date : 02.02.09

PostSubyek: Re: Nasehat untuk para aktivis   Mon Mar 16, 2009 10:18 pm

mudah-mudahan para aktivis agama di Indonesia mempunyai tingkat kesadaran tinggi dan benar2 tulus dalam membangun moral dan etika agama
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ysbl.webs.com
 
Nasehat untuk para aktivis
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM TERATAI :: Forum Muslim :: Suara Islamiyah-
Navigasi: