FORUM TERATAI
"Selamat Datang"
FORUM KSI SEKARANG BERUBAH NAMA MENJADI FORUM TERATAI

Forum akan ditutup sesuai usulan dari berbagai member, kami tunggu pendapat anda di email: ysbl2010@yahoo.com. anda dapat mengikuti perkembangan berita kami di website ysbl: http://ysbl.webs.com atau di facebook kami
silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan/posting komentar di forum ini, jika anda belum terdaftar silahkan klik kolom pendaftaran. NOTE:buat yang kesulitan login silahkan tanda '' login otomatis' nya di pilih(jangan lupa pilih kolom login otomatis)
PENYEDIA LAYANAN ANDA HARUS MEMPUNYAI IP STATIS


FORUM TERATAI

FORUM TERATAI - YAYASAN SETIA BHAKTI LESTARI
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
Anda harus mempunyai Account Email jika ingin mendaftar menjadi member kami, yang dapat menjawab topik dan mengirimkan topik baru hanya Member Teratai
"Yayasan tidak mengedarkan proposal bantuan dana, website organisasi yang dibina YSBL murni membantu tanpa imbalan, jika anda tidak setuju dengan apa yang kami tawarkan silahkan menghubungi kami"
Sekarang Kami Bernama "FORUM TERATAI"
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» [info] Jadwal Baksos 2015
Mon May 18, 2015 12:07 pm by Admin

» [info]Jadwal baksos Bulan Mei
Fri May 02, 2014 1:47 pm by Admin

» [info] jadwal baksos 2014
Wed Feb 19, 2014 2:10 am by rina

» WC di bawah Tangga
Tue Feb 18, 2014 2:27 am by sutradharma

» gathering...gathering
Tue Feb 19, 2013 12:14 am by sutradharma

» pengumuman dari yayasan
Tue Feb 05, 2013 12:30 am by Admin

» hasil baksos tgl 16 desember 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 pm by rina

» hasil baksos tgl 25 november 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 am by Admin

» hasil baksos vihara dharmasakti bekasi
Sat Nov 24, 2012 12:24 am by sutradharma

Affiliates/Partner Site
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Statistics
Total 83 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dagwal

Total 638 kiriman artikel dari user in 178 subjects
Window Live Media (jika moderator online Logo berwarna hijau)
YM Moderator(Pastikan Browser anda mendukung Flash)
SUTRADHARMA:
 

AYONG:

KENNY:

SUHARDI:

 

YAYASAN:

 


Share | 
 

 [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rina
[TERATAI] HARUM
[TERATAI] HARUM


Female
Jumlah posting : 67
Age : 32
Lokasi : jakarta
Registration date : 25.02.09

PostSubyek: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Thu Mar 12, 2009 10:14 pm

Mohon tanya buat seluruh member,apakah di dalam agama buddha Theravada ada Ritual Upacara untuk para leluhur kita?

Mohon petunjuk
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sutradharma
[YSBL]VerySuperMod
[YSBL]VerySuperMod


Male
Jumlah posting : 143
Age : 38
Lokasi : Tangerang
Registration date : 03.02.09

PostSubyek: Re: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Fri Mar 13, 2009 11:25 am

untuk Upacara leluhur, di dalam aliran Theravada/Hinayana ada dikenal istilah upacara pattidana, didalam buddhis mahayana ada upacara Ulambana namanya.

Cara menghitung menurut tradisi Theravada ialah 40 hari setelah
Waisak, yang disebut Hari Asadha dan selama tiga bulan (Varsa/Vassa)
setelah Hari Asadha, yang disebut Hari Kathina ( Hari Kathina versi
Mahayana disebut Kathina kesatu). Perbedaannya dengan versi Mahayana
hanya 40 hari.

Meskipun terdapat perbedaan tersebut, namun mempunyai makna dan sejarah yang sama, yaitu :
Pada
zaman Hyang Buddha, selama 9 bulan para Arya Sangha berkelana dari satu
tempat ketempat yang lain sambil membina diri dan menyebarluaskan
ajaran Buddha kepada manusia maupun makhluk-makhluk lainnya yang
berjodoh dan menerima ajaran Buddha.

Perlu diketahui, di negara
India ada suatu tempat yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas, semi,
hujan dan dingin. Serta ada pula disuatu daerah yang memiliki 3 musim,
yaitu musim, panas, hujan dan dingin. Dikala musim panas, demikian
panasnya bisa mencapai lebih dari 44 derajat, sehingga tanah menjadi
retak, tumbuh-tumbuhan dan serangga banyak yang mati atau bersembunyi
didalam sarangnya. Bila dimusim hujan, tumbuh-tumbuhan mulai bersemai
dan binatang-binatang mulai keluar dari sarangnya.

Saat itu
sekitar 1250 Bhiksu keluar bersama-sama, sehingga tanpa disengaja
mereka menginjak tanaman yang baru bersemai atau telah menginjak
binatang-binatang kecil yang baru keluar dari sarangnya. Melihat hal
ini Maha Upasaka Anathapindika-Maha Donatur Hyang Buddha, yang memegang
peranan cukup penting sekali dalam membantu perkembangan Agama Buddha,
khususnya dalam rangka membantu, mendukung, menjaga para anggota
Sangha-memohon kepada Hyang Buddha untuk menetapkan peraturan, agar
para Bhiksu selama musim hujan selama 3 bulan, jangan pergi kemana pun
dengan maksud agar tidak merusak tanaman yang baru bersemai dan tidak
mematikan kesempatan binatang-binatang kecil untuk hidup.

Demi
Maitri Karuna, Hyang Buddha menetapkan peraturan yang disebut
Varsa/Vassa, yang isinya agar pada musim hujan selama 3 bulan, para
bhiksu tidak pergi kemana-mana, hidup bersama membina diri dengan
pedoman Dharma dan Vinaya serta melaksanakan kode etik 6 sikap
kerukunan yaitu :
1. Saling hormat menghormati sesuai kedudukan dan tanggung jawab
2. Dalam berbicara menjaga sikap, tidak saling menjatuhkan.
3. Bersama-sama memotivasikan pikiran untuk maju.
4. Bersama-sama mempelajari, menghayati serta melaksanakan Dharma dan Vinaya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Ada keuntungan dinikmati bersama
6. Ada masalah di musyawarahkan bersama-sama dan mengambil keputusan yang terbaik.

Enam
kode etik untuk persatuan dan kesatuan, yang diajarkan Hyang Buddha,
dapat menjadi pedoman setiap keluarga, organisasi ataupun negara.
Dalam
masa Varsa/Vassa ini, umat mengantarkan dan menyediakan : makanan,
pakaian, tempat tinggal, obat-obatan, lain-lain keperluan Sangha
sehari-hari, dengan maksud agar dalam membina diri para bhiksu tidak
perlu memikirkan kebutuhan sehari-harinya.

Varsa/Vassa merupakan
pula hitungan tingkat kesucian kebhiksuan. Saat para bhiksu menjalankan
masa Varsa/Vassa mereka berkumpul untuk lebih menghayati Buddha Dharma
secara bersama (rohani). Selesai masa Varsa, bulan 7 tanggal 15 Imlek,
banyak bhiksu yang mencapai tingkat kesucian, antara lain:
Srota-apanna, Sakrdagamin, Anagamin, arhat. Para umat menyambut dengan
suka cita selesainya Varsa (bertapa)para Bhiksu, dengan memberikan dana
dan memohon doa kepada Sangha yang disebut dengan istilah upacara
Kathina Puja atau upacara mempersembahkan dana kebutuhan hidup bagi
para Bhiksu Sangha.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sutradharma
[YSBL]VerySuperMod
[YSBL]VerySuperMod


Male
Jumlah posting : 143
Age : 38
Lokasi : Tangerang
Registration date : 03.02.09

PostSubyek: Re: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Fri Mar 13, 2009 11:27 am

II.Maha Bhiksu Maugalyayana membuka pintu neraka untuk menolong Ibundanya yang menderita di alam neraka.

Pada
suatu ketika didalam masa Varsa, yaitu di bulan 7 tanggal 7 penanggalan
lunar, Yang Arya Maha Bhiksu Arhat Maugalyayana/Mogallana-salah seorang
dari 10 siswa besar Hyang Buddha yang telah mencapai Arhat dalam masa
Varsa dan terkenal akan kesaktiannya didalam meditasi. Disini terkenang
ibundanya yang telah meninggal dunia. Dengan kesaktian seorang Arhat,
beliau dapat melihat ibundanya sedang mengalami derita siksaan di alam
neraka Avicci. Para makhluk di alam itu mempunyai bentuk kepala besar
dan perutnya busung, sedang lehernya kecil, anggota badannya kurus
kering. Mereka sangat menderita kepanasan. Untukl hidup tidak bisa dan
untuk matipun tidak bisa, hidup hidup terpanggang akibat karma buruk
yang dilakukan semasa masih hidup.

Didorong oleh rasa bakti
seorang anak dan keinginnannya untuk membalas budi, maka, dengan
kesaktiannya, Arhat Maugalyayana membuka pintu neraka dan berusaha
menolong ibundanya, tetapi semua usahanya sia-sia belaka. Seluruh
makanan yang diberikan ketika sampai di mulut ibundanya selalu berubah
menjadi batu bara api, demikain pula dengan minuman yang diberikan juga
berubah menjadi air raksa.

Melihat hal ini, Arahat Maugalyayana
menghadap kepada raja Neraka (Yama Dipati), memohon penderitaan
ibundanya. Raja Neraka berkata, bahwa hanya seorang Samyaksambuddha
yang dapat menolong atau memberikan jalan, agar para makhluk di alam
neraka terbebas dari penderitaan.

Akhirnya Arhat Maugalyayana
kembali ke dunia dan menemui gurunya, Sakyamuni Buddha (pada waktu itu
bulan 7 tanggal 13). Dengan penuh sujud beliau memohon petunjuk dan
pertolongan gurunya. Sakyamuni Buddha dan penuh welas asih memberi
petunjuk kepada siswaNya, bahwa semasa hidupnya ibunda Maugalyayana
banyak melakukan perbuatan buruk, sehingga saat ini terlahir di neraka
avicci.

Untuk dapat menolongnya, pada akhir masa varsa, yaitu
bulan 7 tanggal 15 penanggalan lunar, salah seorang keluarganya harus
timbul rasa bakti dan ingin menolong almarhum/mah dengan memberikan
dana kepada sangha, lalu dengan penuh sujud mengundang Sangha untuk
membaca kitab suci Hyang Buddha dan memohon Sangha menyalurkan pahala
tersebut untuk menolong ibundanya

Arhat Maugalyayana sangat
gembira mendengar petunjuk gurunya. Dengan penuh sradha bakti, ia
segera melaksanakan petunjuk gurunya. Setelah pindapatra beberapa hari
dan menyimpan hasilnya, kemudian beliau memberikan hasil pindapatra nya
kepada Arya Sangha termasuk kepada gurunya, Sakyamuni Buddha, serta
memohon diadakan penyaluran jasa dan pahala oleh Arya Sangha. Pada saat
itu Hyang Buddha memimpin langsung penyaluran jasa tersebut. Jasa dan
pahala dari upacara tersebut dilimpahkan kepada ibunda Arhat
Maugalyayana serta para makhluk lainnya yang berjodoh untuk menolongnya
bebas dari penderitaan alam neraka.

Sewaktu upacara ini
berlangsung, api neraka seketika menjadi padam (arti dari Gatha Yang
Che Cing Sui). Suasana neraka yang panas menjadi sejuk, pada saat itu
makhluk-makhluk di alam neraka terbebas dari penderitaannya dan tubuh
ibunda Arhat Maugalyayana langsung terbelah tujuh, ia tumimbal lahir ke
alam yang lebih baik. Upacara ini bukan hanya berhasil menolong ibunda
Arhat Maugalyayana saja, tetapi juga berhasil menolong makhluk makhluk
yang berjodoh di neraka.

Karena demikian besar manfaatnya
tersebut, maka sampai sekarang upacara tersebut masih terus
diselenggarakan setiap setahun sekali. Tradisi dari penyelenggaraan
upacara ini merupakan salah satu cara melestarikan ajaran Hyang Buddha
membalas budi dan menolong para makhluk di alam Samsara, yaitu Alam
Neraka dan Alam setan gentayangan.

Oleh karena itu semangat dari
Ulambana adalah menolong para makhluk yang sengsara, maka dikemudian
hari oleh para sesepuh Bhiksu Sangha Mahayana dikembangkan dengan
menganjurkan para umat yang mampu untuk memberikan sedekah (Dana
Paramita) kepada fakir miskin. Sehingga, sampai saat sekarang
terlihatnya saat tiba bulan 7 para umat menyisihkan uangnya yang ada
untuk memberikan sumbangan beras, sandang pangan lainnya yang kemudian
disalurkan oleh para pengurus Vihara kepada fakir miskin dan yatim
piatu.

mudah2an dapat bermanfaat
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sutradharma
[YSBL]VerySuperMod
[YSBL]VerySuperMod


Male
Jumlah posting : 143
Age : 38
Lokasi : Tangerang
Registration date : 03.02.09

PostSubyek: Re: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Fri Mar 13, 2009 11:28 am

III.Maha Bhiksu Ananda bertemu makhluk alam neraka

Pada suatu
hari di dalam masa Varsa, Ananda, yang merupakan salah seorang siswa
Hyang Buddha, ketika melatih diri memasuki lautan samadhi, tiba-tiba
dia melihat satu makhluk aneh yang sangat buruk rupanya; kepala dan
perutnya tetapi lehernya kecil seperti jarum, dari ketujuh lubang
(mata, hidung, telinga, dan mulut mengeluarkan asap. Ananda lalu
bertanya pada makhluk tersebut, "siapakah engkau dan kenapa engkau
datang kemari?"

Makhluk tersebut menjawab,"Ananda, dulu Aku
adalah seorang manusia seperti anda. Tetapi, akibat perbuatanku yang
buruk setelah meninggal dunia, aku tumimbal lahir di alam Neraka Apaya.
Keadaan penuh dengan derita dan sangat menyedihkan.Tolonglah aku!"

Ananda
merasa kasihan dan hatinya tergerak oleh perasaan weas asih untuk
menolong dan meringankan penderitaan makhluk tersebut. Tetapi, berbagai
usaha yang dilakukan untuk menolong makhluk tersebut sia-sia belaka.
Sehingga, pada akhirnya makhluk tersebut meminta Ananda untuk memohon
petunjuk pada gurunya, Sakyamuni Buddha, agar beliau mau menolong
makhluk - makhluk yang menderita seperti dirinya.

Setelah Ananda
berjanji akan memohon petunjuk dari gurunya untuk menolong semua
makhluk yang menderita, makhluk tersebut lenyap dari hadapan Ananda
setelah megucapkan terimakasih.

Kemudian Ananda menghadap
Sakyamuni Buddha dan menceritakan semua pengalamannya, serta memohon
agar beliau berkenan memberi petunjuk bagaimana cara yang benar untuk
menolong dan meringankan penderitaan makhluk - makhluk di tiga alam
sengsara.

Setelah mendengar kisah Ananda, dengan penuh welas
asih Hyang Buddha ber sabda : "Oh, Ananda, makhluk yang engkau lihat di
alam meditasi tersebut sebenarnya adalah penjelmaan dari Avalokitesvara
Bodhisattva. Berkat welas asih Nya yang tak terhingga terhadap semua
makhluk, dia datang menampakkan diri dalam wujud seperti itu, agar
hatimu tergerak untuk menolong mereka dan memohon petunjuk dariKu.
Peristiwa ini juga untuk mengingatkan umat manusia, agar tidak berbuat
karma buruk (Akusala Karma), sehingga tidak terjatuh ke tiga alam
sengsara.

Kemudian Hyang Buddha mengajarkan Ananda cara untuk
menolong dan meringankan penderitaan makhluk-makhluk di tiga alam
sengsara. Ananda sangat bergembira dan berkata," sungguh suci dan mulia
Avalokitesvara Bodhisattva. Berkat welas asihNya yang luar biasa,
terbukalah pintu Dharma bagi mereka di tiga alam sengsara. Guru demi
kebahagiaan semua makhluk, babarkanlah Dharma agar semua makhluk di
tiga alam sengsara dapat diringankan penderitaannya."
Kemudian Hyang
Buddha Sakyamuni menganjurkan kepada Arya Sangha, agar setelah selesai
menjalankan masa varsa, mengadakan upacara Ulambana /Cioko, guna
menolong mereka yang tumimbal lahir ditiga alam sengsara.
Ketiga
hal tersebut diatasnya yang menjadi dasar bagi umat Buddha Mahayana
dalam melaksanakan upacara Ulambana, yaitu setiap bulan ke-7 sistem
penanggalan lunar.

Upacara ulambana biasanya diadakan mulai
tanggal 15 bulan 7 sistem penanggalan lunar sampai akhir bulan 7
tersebut. Puncak penutupan upacara jatuh pada tanggal 29 atau 30 bulan
ke 7, yang merupakan pula Hari Kebesaran Ksitigarbha Bodhisattva (Ti
Cang Wang Po sat).

Berdasarkan Kitab Suci, pelaksanaan Ulambana harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Upacara harus dipimpin sekurang-kurangnya lima anggota Sangha.
2. Dalam melakukan upacara harus ada anak yang berbakti.
3.
Anak tersebut harus mau menjalankan keprihatinan dengan melakukan
ciacay/ vegetarian selama 1 hari atau 3 hari atau seminggu.
4.
Upacara harus dilengkapi dengan sarana puja yang terdiri dari ; 5
macam buah, nasi, 6 macam sayur kering/matang, 6 macam manisan, 5 macam
minuman/ cairan, hio, bunga segar, lilin atau penerangan dan lain-lain.


Makna perayaan Hari Ulambana
1. Membalas budi kepada almarhum/mah.
2. Memberi sedekah, memberi makan dan membalas budi kepada orangtua serta leluhur yang telah meninggal dunia.
3. Menjalankan cinta kasih dan kasih sayang Hyang Buddha untuk menolong para makhluk.
4.
Mengundang Arya Sangha atau para Suhu untuk membacakan kitab suci
pengampunan dosa dan ayat-ayat suci Jalan Menuju Sukhavati, agar semua
makhluk yang berjodoh dapat tumimbal lahir di alam yang lebih baik atau
tumimbal lahir di Surga Sukhavati.
5. Memberikan dana puja/Kathina kepada Arya Sangha/Bhiksu.
6. Memberikan sedekah kepada fakir miskin.

Kewajiban umat Buddha yang saleh di bulan Ulambana

Sebagai umat Buddha Mahayana yang saleh, pada upacara Ulambana ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan, yaitu :
1.
Membantu orangtua atau sanak saudara yang telah meninggal dunia dengan
memberi sedekah dan memohon Arya Sangha melakukan upacara suci
Ulambana. Dan jasa pahala dari membaca kitab suci tersebut, secara umum
dilimpahkan untuk kebahagiaan semua makhluk di alam sengsara-alam
neraka dan alam setan gentayangan dan secara khusus untuk sanak
keluarga kita yang telah meninggal dunia.
2. Memberikan dana
kepada Arya Sangha di Vihara, baik berupa sandang, pangan, papan,
obat-obatan, beras dan lain-lain. Dalam upacara itu, dana tersebut akan
diberikan kembali kepada fakir miskin, anak yatim piatu atau
orang-orang yang membutuhkan, dengan maksud memberikan bibit
kebahagiaan kepada orang-orang yang tidak mampu, agar pada kehidupan
selanjutnya bisa menjadi lebih baik. Tentu selaku orang yang miskin,
yang menerima bibit berkah Ulambana (beras) tersebut, harus
membangkitkan tekad, agar setelah mereka mampu kelak pada upacara
Ulambana pada tahun berikutnya juga ikut menjadi donatur, walaupun
jumlahnya hanya sedikit.
3. Beramal kepada fakir miskin dan mendoakan mereka untuk memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan.
4. Mencetak Kitab Suci
5.
Introspeksi, membina diri berpedoman pada Ajaran Hyang Buddha,
membangkitkan Bodhicitta dengan senantiasa senang berbuat baik dan
timbul- kan rasa menyesal dan bertobat atas perbuatan karma buruk yang
baru. Selain itu, mau melakukan vegetarian/ciacay, tekun berbuat Smrti
membaca sutra dan mantra untuk disalurkan kepada para leluhur, agar
dapat tumimbal lahir di Surga Sukhavati.

Demikianlah sejarah
singkat tentang manfaat dan arti daripada upacara Ulambana, yang hingga
sekarang pada setiap bulan tujuh penanggalan lunar yang masih
dilaksanakan, seperti persembahan makanan kepada para makhluk yang
telah meninggal dunia, sekaligus menolong mereka, baik yang masih
hubungan keluarga, maupun yang tidak mempunyai hubungan keluarga, agar
memperoleh makanan yang telah diberkahi dan dapat bertumimbal lahir di
alam yang lebih baik lagi, bahkan mungkin dapat terlahir di alam Surga
para Buddha
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
[YSBL]Admin & Master
[YSBL]Admin & Master


Male
Jumlah posting : 120
Age : 49
Lokasi : Indonesia
Registration date : 02.02.09

PostSubyek: Re: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Fri Mar 13, 2009 2:38 pm

Lengkap....kap....kap.....kaaaaaap, bagus om sutra Razz
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ysbl.webs.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: [ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?   Today at 1:03 am

Kembali Ke Atas Go down
 
[ASK] didalam theravada apakah ada upacara untuk Leluhur kita?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM TERATAI :: Ruang Tao, Khonghucu & Budha :: Buddhis(klik disini)-
Navigasi: