FORUM TERATAI
"Selamat Datang"
FORUM KSI SEKARANG BERUBAH NAMA MENJADI FORUM TERATAI

Forum akan ditutup sesuai usulan dari berbagai member, kami tunggu pendapat anda di email: ysbl2010@yahoo.com. anda dapat mengikuti perkembangan berita kami di website ysbl: http://ysbl.webs.com atau di facebook kami
silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan/posting komentar di forum ini, jika anda belum terdaftar silahkan klik kolom pendaftaran. NOTE:buat yang kesulitan login silahkan tanda '' login otomatis' nya di pilih(jangan lupa pilih kolom login otomatis)
PENYEDIA LAYANAN ANDA HARUS MEMPUNYAI IP STATIS


FORUM TERATAI

FORUM TERATAI - YAYASAN SETIA BHAKTI LESTARI
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
Anda harus mempunyai Account Email jika ingin mendaftar menjadi member kami, yang dapat menjawab topik dan mengirimkan topik baru hanya Member Teratai
"Yayasan tidak mengedarkan proposal bantuan dana, website organisasi yang dibina YSBL murni membantu tanpa imbalan, jika anda tidak setuju dengan apa yang kami tawarkan silahkan menghubungi kami"
Sekarang Kami Bernama "FORUM TERATAI"
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» [info] Jadwal Baksos 2015
Mon May 18, 2015 12:07 pm by Admin

» [info]Jadwal baksos Bulan Mei
Fri May 02, 2014 1:47 pm by Admin

» [info] jadwal baksos 2014
Wed Feb 19, 2014 2:10 am by rina

» WC di bawah Tangga
Tue Feb 18, 2014 2:27 am by sutradharma

» gathering...gathering
Tue Feb 19, 2013 12:14 am by sutradharma

» pengumuman dari yayasan
Tue Feb 05, 2013 12:30 am by Admin

» hasil baksos tgl 16 desember 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 pm by rina

» hasil baksos tgl 25 november 2012
Tue Dec 18, 2012 1:48 am by Admin

» hasil baksos vihara dharmasakti bekasi
Sat Nov 24, 2012 12:24 am by sutradharma

Affiliates/Partner Site
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Statistics
Total 83 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dagwal

Total 638 kiriman artikel dari user in 178 subjects
Window Live Media (jika moderator online Logo berwarna hijau)
YM Moderator(Pastikan Browser anda mendukung Flash)
SUTRADHARMA:
 

AYONG:

KENNY:

SUHARDI:

 

YAYASAN:

 


Share | 
 

 Kajian Islami Bab Tayammum

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
[YSBL]Admin & Master
[YSBL]Admin & Master


Male
Jumlah posting : 120
Age : 49
Lokasi : Indonesia
Registration date : 02.02.09

PostSubyek: Kajian Islami Bab Tayammum   Fri Feb 27, 2009 9:19 pm

1. Dalil Disyariatkannya Tayammum

a. Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dan tempat buang air atau rnenyetubuhi wanita, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (Al-Maidah: 6)

b. Rasulullah saw. bersabda, "Bahwasanya debu yang bersih adalah sebagai pembersih bagi orang muslim, walaupun ia tidak mendapatkan air (selama) sepuluh tahun.” (Shahih: Shahih Abu Dawud no: 322, Tirmidzi I: 81 no: 124, Ma’bud I: 528 no: 329. dan Nasa’i I: 171 dengan lafadz yang mirip).


2. Sebab-Sebab Yang Membolehkan Tayammum


Dibolehkan bertayamun ketika tidak mampu menggunakan air, baik karena tidak ada air, atau karena dikhawatirkan semakin memburuknya kondisi badan yang sakit atau karena suhu dingin yang mencapai titik maksimum sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits di bawah ini:

Dari Imran bin Hushain r.a. ia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah saw. dalam satu perjalanan, beliau shalat bersama para sahabat, ternyata, ada seorang sahabat yang mengucilkan diri (dari mereka). Maka kemudian beliau bertanya (kepadanya) ‘Apakah gerangan yang menghalangimu shalat (bersama kami)?’ Jawabnya, ‘Saya Junub dan tidak (ada) air.’ Maka Nabi saw. bersabda, "Hendaklah kamu (bertayammum) dengan debu karena sesunggahnya ia cukup bagimu." (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari I: 477 no: 344, Muslim I: 474 no: 682 dan Nasa’i I: 171).
Dari Jabir, berkata, “Kami keluar dalam satu perjalanan, lalu seseorang di antara kami tertimpa sebuah batu sampai melukai kepalanya kemudian ia mimpi basah lalu bertanya kepada para sahabatnya, ‘Apakah kalian mendapatkan rukhshah bagiku untuk bertayammum?’ Maka jawab mereka, ‘Kami tidak mendapatkan rukhshah untukmu, karena engkau mampu menggunakan air. ' Kemudian ia mandi besar sehingga meninggal dunia. Kemudian tatkala kami sampai ke hadapan Rasulullah saw., hal tersebut diinformasikan kepada beliau, maka beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya, maka Allah akan membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya, bila mereka tidak mengetahui. Karena sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya. Cukuplah baginya hanya dengan tayammum.” (Hasan: Shahih Abu Daud no: 326 dan ‘Aunul Ma’bud, I; 532 no: 332.) (Dalam riwayat Abu Daud ini ada Ziyadah mungkarah tambahan yang diriwayatkan rawi yang mungkar, yaitu, ‘Dan menahan atau membalut lukanya dengan kain perban, kemudian mengusap di atasnya dan menyiram sekujur tubuhnya. Dalam ‘Aunul Ma’bud 1:535. Syamsul Haq menegaskan “Riwayat yang menghimpun tayammum dengan mandi, hanyalah dinwayatkan oleh Zubair bin Khuraiq. Mengenai rawi ini, di samping ia tidak kuat hafalannya dalam meriwayatkan hadits. Juga berlawanan dengan semua rawi yang meriwayatkan dan Athal bin Abi Rabbah. Karena itu, riwayat yang memuat tayammum dan mandi sekaligus adalah riwayat yang dha’if yang tidak bisa, dijadikan acuan dalam menetapkan hukum.’ Selesai. Karena itu, perhatikan masalah mi sampai halaman selanjutnya)

Dan Amr bin Ash bahwa tatkala ia diutus (oleh Nabi ) dalam peperangan Dzatul Salasil, Ia bercerita. “Pada suatu malam yang dingin, yang suhunya mencapai titik maksimum saya ihtilam(bermimpi), lalu saya khawatir jika mandi saya akan celaka, maka tayammum lalu shalat shubuh dengan rekan-rekanku. Kemudian, tatkala, kami sampai kepada Rasulullah, mereka menceritakan hal tersebut kepada beliau lalu beliau bersabda. “Ya Amr, apakah engkau shalat bersama rekan-rekanmu dalam keadaan junub?” Maka saya jawab, “Aku ingat Firman Allah SWT. (Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian). Kemudian aku bertayamum lalu shalat.” Maka Rasulullah saw. tersenyum dan tidak berkomentar sedikitpun (Shahih: ShahihAbu Dawud: no: 323, al-Fathu Rabbani II: 191 no:16, Aunul Ma’bud I: 530 no: 330 dan Mustadrakul Hakim I: 177).

3. Pengertian Shaid (Debu)

Dalam kamus Lisanul ‘Arab 111:254. Ibnul Manzhur menulis sebagai berikut. “Kata sha’id ( berarti tanah. Ada yang berpendapat ia adalah tanah yang baik ada pula yang mengatakan ia adalah setiap debu yang baik. Di dalam al-Qur’an ditegaskan, “fatayammamu sha’ii-dan thayyiban” Maka bertayammumlah dengan debu yang bersih) .‘Abla Ishaq menyatakan, Sha’id ialah permukaan tanah, maka orang yang hendak tayammum cukup menepukkan kedua tangannya pada permukaan tanah, dan ia tidak perlu ambil pusing apakah pada perrnukaan yang dimaksud terdapat debu ataupun tidak. Karena, shaid bukanlah debu. tetapi ia adalah di permukaan tanah baik berupa debu ataupun lainnya.’ Karena itu, seandainya suatu kawasan seluruhnya berupa padang batu yang tak berdebu kemudian orang yang akan tayammum rnenepukkan tangannya pada permukaan batu itu. maka yang demikian itu baginya sebagai media pembersih jika dia mengusap wajah dengan tepukan itu.” Selesai.


4. Sifat Tayammum/Cara Bertayammum

Dari Ammar bin Yasir r.a., berkata, “(Pada suatu saat) aku junub, lalu tidak mendapatkan air, kemudian aku berguling-guling di atas permukaan tanah lalu shalat, setelah itu kusampaikan hal itu kepada Nabi, beliau kemudian bersabda, “Sebenarnya cukuplah bagimu hanya (berbuat) begini” Yaitu Nabi menepukkan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah, kemudian meniup keduanya, lalu Beliau mengusapkan keduanya pada wajah dan kedua telapak tangannya.“( Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari I : 455 no : 347. Muslim I:280 no: 368’ Aunul Ma’bud I: 514 no: 317 dan Nasa’i I: 166).

Kesimpulan: Pada prinsipnya tayammum menduduki posisi wudhu’ maka dihalalkan dengan tayamum apa saja yang dihalalkan dengan wudhu’ dan boleh tayammum sebelum tibanya waktu shalat serta boleh mengerjakan shalat semampunya sebagaimana, boleh shalat dengan wudhu sebanyak raka’at yang dia mau.


5. Hal-Hal Yang Membatalkan Tayammum

Tayammum akan batal dengan apa-apa yang membatalkan wudhu. Tayammum juga batal karena ada air bagi yang bertayamum karena tidak ada air dan karena mampu menggunakan air bagi orang yang bertayamum tidak mampu menggunakan air. Sedangkan shalatnya yang sudah dikerjakan tetap sah tidak perlu mengulanginya.
Dan Abi Sa’id al-Khudri r.a., berkata, "Ada dua orang keluar melakukan safar lalu tibalah waktu shalat sementara keduanya tidak membawa air, maka mereka bertayammum dengan permukaan tanah yang bersih, lalu shalat. Kemudian pada waktu itu mereka berdua mendapatkan air. Kemudian seorang dan keduanya mengulangi wudhu’ dan shalat, sedangkan yang satunya lagi tidak mengulanginya. Kemudian mereka berdua datang kepada Rasulullah saw., lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Maka, beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulangi (shalatnya), “Engkau telah sesuai dengan sunnah(ku) dan shalatmu sudah cukup bagimu.” Dan kepada orang yang berwudhu’ dan yang mengulangi (shalatnya) beliau bersabda, “Engkau mendapatkan dua pahala.” (Shahih: Shahih Abi Daud 327, ‘Aunul Ma’bud I: 536 no: 334 dan Nasa’i I: 2 13).

Kesimpulan: Barangsiapa yang membalut lukanya dengan perban atau menambal tulangnya yang retak, maka gugurlah kewajiban membasuh anggota wudhu’ yang dibalut atau yang ditambal itu, dan ia tidak harus mengusap di atasnya bahkan ia tidak juga wajib bertayammum.

Dalil hal ini ialah firman Allah SWT, “Allah tidak (pernah) memikulkan seseorang, melainkan sesuai dengan kadar kemampuannya.” (Al-Baqarah: 286)
Dan sabda Nabi saw., "Apabila aku memerintahkan kalian (melakukan) sesuatu, maka kerjakanlah semampumu.” (Shahih: Mukhtshar Muslim no: 639. Muslim, II: 975 no: 1337. dan Nasa’i V: 110).

Dengan demikian gugurlah berdasar Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw. segala sesuatu yang tidak bisa diemban atau berhak dilaksanakan seseorang. Sedangkan yang berhak menentukan pengganti dan mengusap di atas anggota wudhu’ atau anggota tayammum yang dibalut atau ditampal hanyalah syara’, sementara syara’ menetapkan segala sesuatu hanya dengan ayat Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw., padahal keduanya tidak pernah menetapkan pengganti mengusap anggota wudhu’ atau anggota tayammum yang dibalut dan tidak pula menetapkan obat sebagai pengganti membasuh anggota wudhu’ yang tidak mampu dibasuh, maka tertolaklah pendapat yang mengharuskan membasuh atau mengusapnya (al-Muhalla II: 74).

6. Boleh Tayammum Dengan Tembok

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Saya sendiri dan Abdullah bin Yasar, bekas budak Maimunah, istri Nabi saw. pergi hingga kami sampai di (rumah) Abu Juhaim bi al-Harist bin ash-Shimah al-Anshari. Lalu Abu Juhaim mengatakan, “Nabi saw. datang dari arah Sumur Jamal, lalu Rasulullah bertemu dengan seorang sahabat, kemudian mengucapkan salam kepadanya. Namun Nabi saw. belum menjawabnya sebelum mendekat ke tembok, (setelah menepukkan kedua telapak tangannya pada tembok)”. Lalu beliau mengusap wajahnya dan kedua tangannya, kemudian menjawab salamnya.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari I:441 no:337, Muslim I:281 secara mu’allaq, ‘Aunul Ma’bud I:521 no:325 dan Nasai’i I:165).

(Baik yang terbuat dari tanah ataupun dari batu, dipolesi minyak ataupun tidak. Demikian menurut fatwa Syaikh kami al-Albani hafizhahullah dan beliau berkata, “Dan Allah tidak lupa.”)

Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 116- 122.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ysbl.webs.com
 
Kajian Islami Bab Tayammum
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM TERATAI :: Forum Muslim :: Suara Islamiyah-
Navigasi: